Pentingnya Mengenalkan Konsep Screen Time, Screen Break, dan Screen Zone


Pendidikan membutuhkan ruang yang sehat bagi anak untuk belajar, berinteraksi, dan membangun karakter yang sesuai dengan usia tumbuh kembang mereka.

Seiring dengan semakin berkembangnya teknologi, anak-anak dan remaja semakin akrab dengan perangkat layar, mulai dari smartphone, tablet, laptop, hingga televisi. Bahkan, aktivitas belajar pun kini banyak dilakukan melalui layar.

Siswa modern memang semakin akrab dengan berbagai perangkat digital dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk belajar maupun hiburan.

Namun, adiksi gawai yang kian merajalela membawa dampak buruk pada konsentrasi dan interaksi sosial mereka. Oleh karena itu, kebijakan penundaan akses anak pada platform berisiko menjadi langkah penting agar teknologi tetap berfungsi sebagai pendukung pendidikan, bukan sebaliknya.

Tanpa pemahaman yang tepat, penggunaan layar yang berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental mereka. Itulah mengapa penting bagi tenaga pendidik untuk membekali siswa dengan pengetahuan tentang cara mengatur waktu layar secara bijak.

Meskipun teknologi membawa banyak manfaat, penggunaan gadget (gawai) yang berlebihan bisa berdampak negatif. Dampaknya muncul dan berpengaruh pada perkembangan siswa, baik secara fisik maupun mental.

Untuk itu, sangat penting bagi guru di sekolah dan orang tua di rumah untuk mengenalkan konsep screen time, screen break, dan screen zone kepada siswa. 

Screen time adalah waktu yang dihabiskan seseorang di depan layar gawai, baik untuk hiburan, belajar, bermain game, atau kegiatan lainnya. Anak-anak sering tidak sadar berapa lama mereka sudah menatap layar gawai. Dengan memperkenalkan konsep screen time, siswa belajar mengukur dan mengatur sendiri waktunya. Bukan sekadar membatasi, tetapi mendidik mereka untuk bijak dalam memilih aktivitas.

Screen break adalah waktu istirahat dari layar secara berkala untuk mencegah kelelahan mata dan tubuh. Terlalu lama menatap layar gawai dapat menyebabkan kelelahan mata, nyeri leher, gangguan tidur, bahkan obesitas karena kurang gerak. Dengan memahami pentingnya screen break, siswa akan terbiasa untuk mengambil jeda yang sehat secara berkala

Sedangkan screen zone adalah area atau waktu tertentu yang telah ditentukan sebagai tempat atau timing bebas layar. Konsep screen zone membantu siswa menyadari bahwa tidak semua waktu harus dihabiskan dengan gawai. Ada ruang dan momen tertentu yang lebih baik digunakan untuk interaksi langsung, istirahat, atau aktivitas fisik. Ini akan membantu mendukung perkembangan sosial dan emosional anak.

Sebagai guru, apakah Anda sudah mengajarkan konsep screen time, screen break, dan screen zone kepada siswa? Sangat penting bagi guru dan orang tua untuk mengenalkan ketiga konsep tersebut kepada siswa.

Oleh karena itu sebagai pimpinan sekolah, saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendampingi anak dalam menggunakan teknologi dengan bijak. Bersama, kita cetak generasi yang cerdas secara digital dan berkarakter kuat.

Menurut buku Literasi Digital, Herry Syafrial, (2023), literasi digital membantu siswa memahami bahwa screen time, break, dan zone merupakan bentuk literasi digital yang kontekstual. Mengajarkan bahwa teknologi harus digunakan secara sadar dan bertanggung jawab.

Apakah Anda sudah mengajarkan konsep screen time, screen break, dan screen zone kepada siswa? Jika belum, inilah saat yang tepat untuk mulai memasukkan nilai-nilai pengelolaan waktu penggunaan gawai ke dalam pembelajaran sehari-hari.

Penulis adalah Kepala SMKN 1 Gandapura, Bireuen

Editor Hermansyah

Lebih baru Lebih lama