Pesona Guru di Era AI

Di era AI, semua orang bisa tahu segalanya, cukup tanya mesin. Lalu pertanyaannya sederhana, tapi mengganggu: masih perlu guru? Jawabannya: justru sekarang, kita lebih butuh guru yang benar-benar guru.

Karena pesona guru hari ini bukan lagi pada pengetahuan. Itu sudah diambil alih AI. Pesona guru ada pada sesuatu yang tidak bisa di-download: kehadiran.

Guru yang hadir, bukan sekadar mengajar. Dia melihat muridnya bukan sebagai angka, tapi sebagai manusia.

AI bisa menjelaskan pelajaran. Tapi guru bisa berkata, “saya percaya kamu bisa". Dan kadang, satu kalimat itu mengubah hidup seseorang. Pesona guru juga ada pada relasi. Di kelas, guru membangun dialog, bukan ceramah. Mendengar, bukan hanya berbicara. Karena pendidikan sejatinya bukan transfer ilmu, tapi pertemuan manusia.

Lalu yang paling penting: keteladanan. AI tidak punya sikap. AI tidak punya integritas. Tapi guru mengajar dengan cara hidupnya. Dari cara dia jujur, cara dia adil, cara dia memperlakukan orang lain.

Di situlah murid belajar bukan hanya tentang dunia, tapi tentang bagaimana menjadi manusia.bDan satu lagi, yang sering dilupakan: AI memberi jawaban. Guru memberi makna. AI membuat kita cepat tahu. Guru membuat kita berpikir dan menemukan diri kita sendiri. 

Jadi, di era AI ini, guru yang biasa akan tergeser. Tapi guru yang sejati? Justru akan makin langka dan makin berharga.

Sumber Story FB Rohmani.id

Editor Fodic

Lebih baru Lebih lama