Acara yang dikemas dalam Smart Tani ini mengangkat tema Kambing Boerka, salah satu hasil inovasi pemuliaan ternak yang dikembangkan untuk menghasilkan kambing pedaging yang adaptif, produktif, dan berpotensi mendukung pengembangan usaha peternakan di Indonesia.
Edukasi hari ini kedua guru SMKN 1 Gandapura tersebut mendapatkan informasi mengenai karakteristik, keunggulan, hingga peluang pengembangan Kambing Boerka langsung dari narasumber BRMP Ruminansia Kecil.
Dalam edukasi menjelaskan bahwa Kambing Boerka merupakan kambing unggul persilangan Boer dan Kacang. Tingkat produktifitas ternak kambing merupakan gabungan potensi reproduksi dengan kapasitas bobot tubuh. Reproduktivitas kambing lokal (Kambing Kacang) tinggi, namun kapasitas bobot tubuhnya relatif rendah. Kambing Boer merupakan salah satu tipe pedaging yang memiliki kapasitas bobot badan sangat tinggi. Persilangan kedua jenis kambing tersebut menghasilkan kambing Boerka yang merupakan genotipe baru dengan kapasitas bobot tubuh dan reproduktivitas yang tinggi dan mudah beradaptasi dengan kondisi topis-basah di Indonesia.
Bobot tubuh yang tinggi pada umur yang relatif muda memungkinkan jenis kambing Boerka diproduksi untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor yang menuntut spesifikasi tubuh yang sulit dicapai oleh jenis kambing lokal.
Kambing Boerka jantan dikawinkan dengan kambing Kacang betina untuk menghasilkan kambing Boerka. Selanjutnya kambing Boerka jantan dikawinkan dengan kambing Boerka betina (inter se mating) untuk mendapatkan kambing Boerka yang kemudian diseleksi.
Sementara, salah satu peserta edukasi Joanda, SPt yang juga ketua unit produksi SMKN 1 Gandapura memaparkan ke humas bahwa BRMP mempermudah para ternak kecil untk bangkit bermitra.
Karena kendala Boerka, antara lain: bibitnya mahal, dan membutuhkan manajemen luar negeri.
Keungulannya tahan terhadap penyakit, mudah beradaptasi dengan lingkungan, dan kesuburan ternak, pertumbuhan cepat, daging bagus, sifat genetiknya manja, dan 10 bulan sudah bisa di kawinkan. Rekording sangat penting dalam usaha ternak kecil. Hal ini untuk mengetahui kematian, mencatat kelahiran tanggal berapa dan jam berapa, menghitung pakan perhari/kg.
Berikut hasil edukasi versi Ismadi, S.Pt.
Kambing Boerka adalah hasil persilangan antara kambing Boer dan kambing Kacang. Kambing ini memiliki potensi yang sangat baik untuk usaha peternakan pedaging di Indonesia karena menggabungkan pertumbuhan cepat dari Boer dengan daya tahan kambing lokal.
Potensi Kambing Boerka:
- Pertumbuhan Cepat
- Bobot badan lebih cepat naik dibanding kambing lokal.
- Pertambahan bobot harian bisa mencapai 100–200 gram/hari tergantung pakan dan manajemen.
Produksi Daging Tinggi
- Memiliki tubuh lebih besar dan berotot.
- Persentase karkas cukup tinggi sehingga cocok untuk usaha penggemukan.
- Adaptasi Baik
- Lebih tahan terhadap iklim tropis dibanding Boer murni.
- Cocok dipelihara di pedesaan maupun peternakan intensif.
- Efisiensi Pakan
- Mampu memanfaatkan hijauan lokal seperti rumput gajah, daun lamtoro, kaliandra, dan limbah pertanian.
- Reproduksi Cukup Baik
- Induk dapat beranak 1–2 ekor per kelahiran.
- Interval beranak relatif baik jika manajemen bagus.
- Nilai Jual Tinggi
- Harga jual lebih mahal dibanding kambing kacang biasa karena ukuran tubuh lebih besar.
- Banyak diminati untuk aqiqah dan kurban.
Kekurangan
- Membutuhkan pakan berkualitas agar pertumbuhan maksimal.
- Harga bibit relatif lebih mahal.
- Jika manajemen kurang baik, pertumbuhan tidak optimal.
Bobot Kambing Boerka
- Jantan dewasa: ± 60–90 kg
- Betina dewasa: ± 35–60 kg
- Cocok Untuk Penggemukan kambing pedaging
- Usaha pembibitan
- Program peningkatan mutu genetik kambing lokal
Editor Humas
