Berani Tidak Disetujui

Manusia modern itu punya satu penyakit: ingin disetujui semua orang. Setiap bicara, kita berharap semua mengangguk. Setiap berpendapat, kita ingin semua sepakat. Seolah-olah kebenaran itu harus ramai dulu baru dianggap benar. Padahal tidak.

Friedrich Nietzsche sudah lama membongkar ilusi itu. Dia bilang, peradaban tidak pernah digerakkan oleh mayoritas. Selalu oleh segelintir orang yang berani berpikir berbeda. Mayoritas itu cenderung mencari aman. Mereka mengikuti nilai yang sudah ada, bukan menciptakan nilai baru.

Nietzsche menyebutnya sebagai “herd”—kawanan. Hidupnya digerakkan oleh kebutuhan untuk diterima, bukan untuk menemukan kebenaran.

Sementara perubahan besar selalu lahir dari mereka yang berani keluar dari kawanan itu. Masalahnya, ketika kamu keluar, risikonya jelas: kamu tidak akan langsung dimengerti. Kamu akan ditolak. Bahkan mungkin dianggap salah. Tapi justru di situlah letak nilainya.

Karena yang mengubah arah zaman itu bukan mereka yang sibuk disetujui, tapi mereka yang cukup berani untuk tidak disetujui. Jadi kalau hari ini kamu merasa tidak semua orang sepakat denganmu, itu bukan masalah.

Mungkin memang bukan tugasmu meyakinkan semua orang. Cukup beberapa orang saja yang cukup berani untuk berpikir, dan cukup kuat untuk berdiri di luar kerumunan.

Sumber Story FB Rohmani.id

Editor Fodic

Lebih baru Lebih lama