Seorang anak ditanya tentang impian terbesarnya. Sebagian anak mungkin menjawab ingin menjadi dokter, guru, atau ingin memiliki sesuatu yang besar saat dewasa.
Namun ada juga anak yang diam sejenak, lalu sebenarnya menyimpan kerinduan yang sederhana: "Aku ingin lebih dekat dengan ayah."
Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi sering kali menyimpan sesuatu yang dalam.
Di banyak keluarga, ayah memikul tanggung jawab besar. Berangkat pagi, pulang malam, memikirkan banyak hal demi keluarga. Tanpa sadar, kesibukan perlahan mengambil ruang yang seharusnya menjadi tempat anak bertumbuh bersama ayahnya.
Padahal anak tidak selalu meminta banyak. Kadang mereka hanya ingin didengar. Kadang hanya ingin ditemani. Kadang hanya ingin dipeluk.
Kehadiran seorang ayah bukan hanya membantu kebutuhan hidup anak, tetapi juga membantu membangun rasa aman di dalam dirinya.
Karena waktu yang terasa sebentar bagi orang tua, bisa menjadi kenangan yang bertahan sangat lama bagi anak.
Jika hari ini Ayah masih memiliki kesempatan, mungkin luangkan beberapa menit untuk bertanya: "Hari ini bagaimana?"
Mungkin bagi Ayah itu percakapan biasa. Tetapi bagi anak, bisa jadi itu pelukan yang selama ini ia rindukan.
Apa kenangan paling hangat yang Anda miliki bersama ayah? Atau pelukan apa yang dulu paling Anda rindukan?
Editor Fodic
Sumber Story FB Yuli Suliswidiawati
