Dinas Pendidikan Aceh mewajibkan sekolah melakukan asesmen awal literasi dan numerasi untuk seluruh murid baru, selama tiga hari, Senin- Rabu (20-22/7/2026).
Sesuai jadwal yang telah di susun Dinas Pendidikan Aceh, Asesmen Awal Literasi dan Numerasi, kami laksanakan Senin (20/7) pagi. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas X yang berjumlah 263 sebagai bagian dari strategi awal dalam mendukung proses pembelajaran yang tepat sasaran.
Asesmen ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dalam membaca pemahaman dan menyelesaikan soal-soal asesmen. Hasil asesmen akan menjadi acuan guru dalam merancang strategi pembelajaran diferensiatif sesuai dengan kemampuan awal masing-masing siswa.
Kepala SMKN 1 Gandapura, Feri Irawan, M.Pd., menjelaskan bahwa asesmen awal ini merupakan bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pentingnya memahami karakteristik dan kebutuhan belajar siswa sejak awal masuk sekolah.
"Dengan asesmen ini, kita bisa mengidentifikasi siswa yang perlu pendampingan khusus di bidang literasi dan numerasi. Harapannya, tidak ada siswa yg tertinggal dalam proses pembelajaran," ungkapnya.
Seluruh peserta mengikuti asesmen dengan serius dan antusias di ruang-ruang kelas yang telah disiapkan. Soal-soal yang diberikan menguji kemampuan memahami bacaan, menarik kesimpulan, serta berpikir logis melalui penyelesaian masalah matematika kontekstual.
Kepala SMKN 1 Gandapura mengapresiasi pelaksanaan asesmen ini dan menegaskan komitmen sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan berbasis data.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap anak mendapat hak ya untuk belajar sesuai dengan kemampuannya. Asesmen awal ini adalah langkah awal menuju pembelajaran yang adil dan bermakna," ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program penyambutan siswa baru yang tidak hanya fokus pada pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga membangun fondasi akademik yang kuat sejak dini.
Dengan pelaksanaan asesmen awal literasi dan numerasi ini, SMKN 1 Gandapura menunjukkan keseriusannya dalam menciptakan madrasah yang adaptif, berpihak pada siswa, dan siap mencetak generasi unggul di masa depan.
Sebagaimana kita ketahui bersama, assesmen literasi sendiri adalah menguji kemampuan membaca siswa yang meliputi kapasitas untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan merefleksikan berbagai jenis teks.
Sementara konsep numerasi mencakup kemampuan berpikir matematis serta menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan persoalan di berbagai konteks.
Lebih lanjut, Feri Irawan, ada beberapa manfaat deteksi kemampuan literasi dan numerasi, antara lain, identifikasi kebutuhan anak, adalah deteksi kemampuan literasi dan numerasi dapat membantu identifikasi kebutuhan anak dan memberikan intervensi yang tepat,.
Kedua, meningkatkan kemampuan anak, yaitu deteksi kemampuan literasi dan numerasi dapat membantu meningkatkan kemampuan anak dalam bidang literasi dan numerasi.
“dan juga meningkatkan prestasi akademik, yaitu deteksi kemampuan literasi dan numerasi dapat membantu meningkatkan prestasi akademik anak,” ujarnya.
Selain itu, ia mengingatkan, bahwa hasil asesmen kemampuan literasi membaca dan numerasi para murid baru, benar-benar dapat digunakan guru untuk menjadi acuan dalam merancang pembelajaran selanjutnya, kita yakin dengan literasi dan numerasi yang baik akan menghasilkan generasi literat.
Penulis SR

