Mengapa setiap kali menghadapi masalah, kita justru sibuk mencari orang lain untuk menyelesaikannya?
Ketika pendidikan bermasalah, kita mencari konsultan. Ketika ekonomi melemah, kita mencari resep dari luar negeri. Ketika organisasi tidak berkembang, kita mengundang pakar eksternal. Seolah-olah solusi selalu datang dari luar, bukan lahir dari kemampuan kita sendiri.
Padahal, meminta bantuan bukanlah sebuah kesalahan. Yang menjadi persoalan adalah ketika kita kehilangan keyakinan bahwa kita mampu memahami dan menyelesaikan persoalan kita sendiri.
Lama-kelamaan, kita lebih senang membeli solusi daripada membangunnya. Lebih percaya rekomendasi pihak luar daripada hasil pemikiran anak bangsa.
Akibatnya, kreativitas melemah, inisiatif menghilang, dan keberanian untuk berinovasi ikut memudar.
Bangsa yang terus-menerus membeli solusi tidak pernah benar-benar belajar menciptakan solusi.
Mungkin inilah saatnya kita mengubah pertanyaan. Bukan lagi, "Siapa yang bisa menyelesaikan masalah ini untuk kita?" Tetapi, "Potensi apa yang sudah kita miliki untuk menyelesaikannya bersama?"
Karena kemajuan sebuah bangsa tidak dimulai ketika ia menemukan konsultan terbaik, melainkan ketika ia mulai percaya pada kemampuan berpikir, berkarya, dan berinovasi dengan kekuatannya sendiri.
Penulis Rohmani
Editor Fodic
